Selamat dua puluh satu tahun, untuk diri sendiri! Terlalu terlambat. Tulisan ini seharusnya ada lima hari yang lalu, tetapi Lisyah sedang tak tahu harus menuliskan apa. Terlalu banyak, dan jika kutuliskan satu per satu, sepertinya tidak akan runtut dan koheren.
Lisyah bahkan terlalu terlambat untuk menuliskan sesuatu mengenai ulang tahun sendiri, sementara untuk seseorang, aku menuliskannya tepat sebelum hari ketika umurnya bertambah satu angka. Baiklah, karena telanjur menuliskannya, Lisyah ingin menanyakan satu hal pada seseorang itu, apakah mengucapkan 'selamat ulang tahun' (utamanya padaku) memang begitu sulit dilakukan?
Beralih ke diri sendiri. Lisyah punya harapan apa pada usia yang sudah mencapai ke-21 ini? Lisyah punya banyak, tentu saja sangat punya banyak. Pertama, aku ingin agar Mama Dedeh (baca: mamanya Lisyah) diberi umur yang panjang dan selalu diberi kesehatan. Tapi lho kenapa manggilnya Mama Dedeh? Iya, Lisyah dan para eonni tercinta menulis kontak di handphone kami masing-masing dengan nama itu. Mama mirip Mama Dedeh, hanya saja mama terlihat sedikit lebih kecil. Harapan kedua, semoga Bapak di jauh sana selalu dilindungi oleh Allah Swt dan selalu bangga dengan keputusan-keputusan yang Lisyah ambil. Aamiin Yaa Allah Yaa Rabbi. Kepada siapapun yang membaca, tolong diaminkan sepenuh hati, ya!
Harapan ketiga? Harapan selanjutnya semoga rasa malasnya Lisyah bisa segera ditanggulangi. Malas tidur lebih awal, salah satunya. Usia dua puluh tahunku kemarin lebih banyak dihabiskan dengan begadang, jadinya malah tidak tumbuh tinggi dan menjadi begini-begini saja. Selain itu, mata pandanya Lisyah juga sudah terlewat parah. Huh. Kemudian, malas yang kedua yang amat-sangat-begitu perlu ditanggulangi adalah malas cari judul penelitian untuk memenuhi tugas akhir menyelesaikan studi S1. Ini penting, dan sangat penting. Dan yang lebih tidak kalah penting lagi adalah, membakar rasa malas dari duduk berlama-lama di atas sajadah. Hafalan doa-doa dan Al-Qurannya perlu ditingkatkan lagi. Sebanyak-banyaknya.
Harapan keempat? Dosis bapernya dikurangi! Kata teman-teman, Lisyah terlalu baperan. Entah karena hidup yang terlalu banyak memberi pengalaman atau karena terlalu banyak menonton drama (Korea), atau mungkin karena keduanya. Bapernya dikurangi, ya! Dikurangi! Jika tiba-tiba melihat sepasang manusia yang lagi bahagia sambil tertawa, senyumin aja senyumin. Tidak perlu ingat masa lalu. Jika tiba-tiba melihat sepasang manusia mengendarai sepeda motor lalu sang perempuan memperbaiki letak tudung jaket sang lelaki yang memberinya boncengan, jangan ingat masa lalu juga. Kurasa, untuk hal ini Lisyah perlu sedikit keras kepada diri sendiri. Aku-sudah-tidak-hidup-di sana-lagi. Akan kurapalkan mantra itu saja kepada diri sendiri.
Harapan kelima? Kurasa harapan yang ini lebih pada prospek masa depan yang berisi kalimat perintah bersifat negasi. Jangan lagi hidup untuk sesuatu yang tidak pasti! Jatuh cinta pada seseorang yang tidak pasti, tetap tinggal pada perasaan yang tidak pasti, menunggu seseorang yang tidak pasti. Umur dua puluh satu tahun adalah tentang hidup yang sudah harus berangkat dengan 'kepastian'. Jadi, untuk hal apapun dan siapapun yang tidak pasti, Lisyah telah bertekad untuk berhenti.
Terakhir, apa sih goals-nya Lisyah di usia yang mulai menginjak kepala dua ini?
Satu, menyelesaikan jenjang S1 selambat-lambatnya kurang dari empat tahun dengan nilai yang bisa tetap dipertahankan. Kalau ditingkatkan, justru lebih bagus. Hehe.
Dua, dapat kerja secepatnya setelah menyelesaikan SM-3T (kalau dapat jatah lulus) dan menyelesaikan Pendidikan Profesi Guru.
Tiga, menikah dalam jangka waktu 4-6 tahun ke depan. Cielaah, Lisyah sudah bahas nikah-nikahan.
Empat, menemukan yang benar-benar sejati. Karir dan jodoh, misalnya.
Lisyah sebenarnya masih ingin menulis banyak hal. Tetapi terlalu panjang juga malah bikin jenuh dan takutnya malah menjadi nggak nyambung. Jadi, dicukupkan sampai di sini saja. Let's move to twenty one, to better goals, to best life!
Salam Unyu-Unyu
Dari Perii Hujaan a.k.a Lisyah.

0 Komentar