Tiba pada waktu hampir tengah malam.
Tiba-tiba kamu dan segala pikiran tentangmu datang menyeruak.
Lalu hatiku turut sesak.
Sebab dalam pikiranku, kenangan kita diarak.
Hingga nanti, tiap kali tengah malam datang menghampiri, kenangan-kenangan itu mengerak.
Mulai malam itu, tengah malam selalu menjadi kelam.

0 Komentar