Aku Membunuhnya

Yang kutahu, hari itu ia sudah mati
Aku memakamkannya di halaman belakang rumah
Tubuhnya penuh lebam
Ia sudah berdarah-darah.
Ia pernah berjuang mati-matian
Dan hari itu, ia benar-benar mati
Tepat sehari sebelum kumakamkan
Ia menggamit lenganku
Meminta agar aku tidak membiarkannya pergi
Ia berlutut agar kuterima lagi ia
Dalam hidupku
Sekali lagi
Ia berjanji akan lebih kuat
dari upayanya tempo waktu
Ia berjanji akan melawan segala bentuk luka
Dengan tubuhnya yang diguyur keringat
Yang jatuh menimpa goresan dan sayatan
lukanya yang menganga
Sesekali ia meringis
Perih
Keringatnya menyapa lukanya
Keringatnya berpelukan dengan
darah-darah di tubuhnya
Ia terlihat hampir menangis
Matanya berkaca-kaca
Sudut matanya sudah membentuk sebulir
kecil air mata
Ia berupaya agar tidak menjatuhkannya
Sebab jika air matanya pecah
menyentuh pipinya
Ia tahu bahwa aku tidak akan
mempertahankannya lagi
Ia berjanji akan menahan segala rasa
sakit itu agar bisa tetap hidup
Bersamaku
Satu kesempatan lagi, katanya.
Aku muak melihatnya
Melihatnya, aku selalu ingin memejam mata
Dan hari itu
Ia sudah benar-benar mati.
Aku yang membunuhnya
Kesempatan yang ia mohon-mohonkan
tak kuberikan
Akulah yang membunuhnya
Aku tidak ingin melihatnya lagi
Melihatnya membuatku geram
Kepada diriku sendiri
Ia memilih membunuh dirinya sendiri
Sebab aku tak lagi memberi dua hal untuknya;
Tempat dan kesempatan
Ia bunuh diri tepat di depanku
Ia merobek-robek dirinya sendiri
Hingga compang-camping
Hingga tak berbentuk
Hingga tidak utuh
Hingga tidak bernyawa lagi.
Hari itu, ia bunuh diri di depanku
Tidak!
Akulah yang membunuhnya
Akulah yang membawa keinginannya bunuh diri
Aku yang tidak ingin lagi melihatnya
Ia sudah terlalu lama
Menahan lebam di sekujur tubuhnya
Amis darah di badannya membuatku hina
Goresan dan sayatan di kulitnya
mencekik leherku
Akulah yang membunuhnya
Ia sudah terlalu banyak menahan sakit
untuk dan karenaku
Dan aku membunuhnya
Aku tak kuasa melihatnya berjuang
sendirian lagi
Ia sudah harus beristirahat tenang
Ia sudah harus berhenti menanggung luka dariku
Ia tidak lagi boleh
tersiksa karena ingin tetap bersamaku
Maka aku membunuhnya.
Ia bunuh diri di depanku
Aku menyaksikan dengan
mata kepalaku sendiri
Tetapi nyatanya, aku yang membunuhnya
Setelah hari itu,
Aku tidak lagi bisa merasakan
apa-apa terhadap orang lain
Tidak mencintai
Tidak membenci
Sebab hari itu, aku sudah membunuh hatiku sendiri
Aku sudah membunuh hatiku
Tidak akan kucintai siapa-siapa lagi setelah ini
Sebab mencintai orang lain membuat hatiku
mengalami lebih banyak perang
daripada senang
Akan kuingat lagi hati yang mati berlumuran darah itu
Akan kuingat lagi bahwa ia bunuh diri di hadapanku
Tidak!
Aku salah. Ia tidak bunuh diri.
Aku yang membunuhnya
Akulah yang membunuh hati milikku sendiri.

Posting Komentar

0 Komentar