Rindu adalah racun berbisa yang lihai meremukkan seluruh isi di dalam dada; hati, jantung, bahkan merasuk hingga ke tulang-belulang. Rindu kadang memaksamu menenggak pil kenangan, yang jika kau tenggak sekali akan membuatmu candu. Lalu, kau mau tidak mau harus menenggak kenangan itu lagi dan lagi hingga terkuras air matamu sebab rasanya yang amat pahit.
Seperti itulah rindu, jika kau membiarkannya menyusup sekali, ia akan menjadi pohon lalu mengakar dan tumbuh subur dengan siraman awan kenangan yang kau peras sedikit demi sedikit. Setiap kali buliran kenangan jatuh menimpa pohon rindu, kau akan menjerit kesakitan. Ia sengaja menampakkan kenangan-kenanganmu yang paling manis, yang sayangnya sebenarnya adalah pahit, sebab itu hanya ada pada masa lalu. Dan kau merasa begitu sesak ingin sekali lagi hidup di masa itu, tetapi kau sendiri sudah paham, bahwa itu hanya masa lalu; itulah yang kau sebut sebagai kenangan. Masa lalu yang manis, yang sayangnya menjadi pahit sebab kau tidak bisa hidup di dalamnya lagi.
Maka, sudahkah kau siap membiarkan satu rindu tumbuh di hatimu? Jika iya, maka sudahkah kau siap membiarkan ia beranak-pinak di dalam hati dan kepalamu? Jika iya, maka sudahkah kau siap menenggak pil kenangan? Jika lagi-lagi iya, maka sudah siapkah kau menangis terbata-bata meradang sesak dan pilu?

0 Komentar