Cinta Tanpa Luka Bukan Cinta


Even though I couldn't see
I could feel it
The farewell behind your hidden face
Blankly, from far away

Selamat tinggal,  katamu. Aku tahu, suatu waktu kau akan mengatakannya, dan 'suatu waktu' yang kumaksudkan itu adalah menjadi waktu sekarang. Selamat tinggalmu menyakitkan. Aku terluka. Tetapi kulihat, jauh di hatimu, kau juga terluka. Meski kau menutupinya dengan wajah terlihat begitu tegar, tetapi kekosongan di matamu membiaskan makna lain. Kau juga sama terlukanya denganku, bukan?

I had foolish thoughts
Because I thought you would come to me some day

Setelah pergimu, kuyakinkan diriku bahwa kau akan kembali. Entah kapan. Hanya saja aku yakin, kau akan datang sebab tidak akan membuatku muram sendirian. Aku yakin kau akan datang sebab cinta itu bukan hanya aku yang memilikinya sendirian, bukan? Katamu, aku harus kuat, sebab jika Tuhan berubah pikiran lalu kembali menarik kita dalam satu garis takdir, kau pasti akan kembali.

I’m alright, I’m really alright
I try telling myself it doesn’t hurt
I try to smile but I can’t
Maybe I love you a lot more than I thought
For you, who I love, more than my sadness
I had to smile

Aku yakin kau benar-benar akan datang lagi, itulah mengapa aku terus berupaya menguatkan diri. Aku tahu kau tidak akan lama. Aku tahu. Maka kukatakan kepada diriku sendiri bahwa aku baik-baik saja, aku sangat baik-baik saja meski aku tak demikian. Maka kukatakan kepada diriku sendiri bahwa aku tidak terluka meski perih mengiris-iris jantungku. Maka aku akan menggulung senyum meski ngilu menghentak-hentak hatiku memaksaku menjadi murung. Sebesar inilah aku mencintaimu. Mungkin, aku mencintaimu lebih dari perkiraanku sendiri. Kuupayakan diriku agar tidak terlihat mengenaskan oleh luka sebab kau kucintai lebih daripada luka-luka itu. Aku akan tetap berupaya menggulung senyum menyambut datangmu yang entah kapan.

Actually, I lied to you
You know this too, I’m not alright
You know my heart

Sebenarnya, aku tidak baik-baik saja. Sesak mencengkeram jantungku. Pilu itu dengan hebat meremas kantung air mataku agar mengeluarkan bulirannya. Aku ingin menangis hingga air mataku tidak bersisa lagi. Bibirku bergetar bersikeras menggulung senyum sementara ngilu di hatiku juga sama bersikerasnya menarik sudut bibirku mengarah turun. Aku tahu kau tahu bahwa aku hanya berpura-pura kuat di depanmu.

Actually, I know you will hurt a lot more than me
You, who said a love without pain isn’t love

Kau juga sama terlukanya denganku. Tidak, atau bahkan lebih dariku. Aku tahu. Mengucapkan selamat tinggal padaku juga membuatmu nyeri. Raut wajauhmu terlihat tenang mengucapkannya, sementara telapak tanganmu mengepal melawan bisikan di sudut hatimu. Sebelum pergi kau mengucapkan satu hal yang tak kupahami; "Cinta tanpa luka bukan cinta". Aku tak paham. Mengapa kita harus terluka, jika cinta yang kita miliki sudah cukup membuat kita bahagia? Mengapa kau harus pergi dengan mencipta luka, jika kita tetap bisa saling mencintai dengan mencipta bahagia? Jika bagimu cinta itu luka, maka apakah berarti kau takkan kembali?


** Bold dan italyc adalah terjemahan bahasa Inggris OST drama Korea Ruler: Master of the Mask, oleh Kim Na Young, judul I'm Ok.

Posting Komentar

0 Komentar