Kau tahu bagian mana yang paling sulit dari menghapus sesuatu? Yaitu, ketika sesuatu yang ingin kau hapus itu membekas, sekalipun kau mengerahkan segala tenaga untuk membuatnya hilang, ia akan tetap ada, seolah itu memang tempatnya berada.
Sesuatu yang kusebutkan bisa jadi juga merupakan seseorang. Kau paham maksudku? Ganti saja kata 'sesuatu' menjadi 'seseorang'.
Seseorang yang membekas. Tolok ukurnya sudah pasti adalah kenangan. Kadar banyak atau tidaknya jumlah kenanganmu, tentu saja bukan masalah. Sebab yang menjadi titik tolaknya adalah seberapa besar satu atau beberapa kenangan itu pernah membuatmu merasa berbeda daripada kenangan-kenangan milikmu yang lain.
Bisa saja, kau pernah berada di suatu tempat beberapa kali dengan orang yang berbeda, tetapi ada saja satu orang yang membuatmu mengingat hal yang paling membekas pada tempat itu. Meskipun kau menginjakkan kaki berkali-kali di sana, kau tetap hanya ingat satu orang itu saja.
Ada beberapa patah kalimat, yang beberapa orang pernah mengucapkannya kepadamu. Tetapi di antara beberapa orang itu, kau hanya mengingat satu orang yang paling kental ketika mengucapkannya. Entah karena caranya, atau entah karena yang lainnya. Mendengar hal itu dari orang lain, kau justru mengingat satu orang itu.
Kurasa seperti itulah definisi membekas. Segala hal itu seolah punya cara untuk tetap membuat dirinya tetap hidup, meski kita tidak menguaknya dengan sengaja, meski kita tidak menggalinya dengan sengaja. Mereka seolah sengaja hadir agar tidak dilupakan. Sekalipun kita berupaya keras menghancurkannya.

0 Komentar