Lilin berangkakan 2 dan 1 berdempet rapi di atas kuemu. Lilin-lilinya mulai dinyalakan. Sebentar lagi, detik-detik akan merayap menuju 00:00. Sebentar lagi, lilin-lilin itu akan kau tiup setelah merapalkan doa dalam hati. Kini, waktunya. Kau telah berusia 21 tahun. Kau telah menanjak hingga tangga ke-21 dalam hidupmu. Tentu saja, jika kau berbalik, anak-anak tangganya akan terlihat begitu melelahkan sekaligus melegakan. Kau telah berjuang dengan sangat amat baik selama waktu-waktu yang kau lewati itu.
Aku memanjatkan doa yang panjang untukmu. Aku berharap agar Tuhan meletakkan tangan takdirnya padamu, agar kau selalu sehat, baik-baik saja, dan menyelesaikan studimu dengan lancar. Aku mendoakan agar segala hal yang baik selalu menujumu. Juga semoga segala yang kamu semogakan Tuhan seiya sekata.
Kini, kau telah berusia 21 tahun. Ada banyak hal yang telah kau lalui. Maka cobalah berbalik barang sekejap! Di sana akan kau temukan banyak sekali gambar-gambar yang ada aku di dalamnya. Mereka bernama kenangan. Kenangan, sesuatu yang hidup hanya di masa lalu. Ah, jadi bagaimana ulang tahunmu kali ini tanpa ada aku lagi di dalamnya? Kulihat kau tetap seperti biasa, seperti tidak ada yang hilang. Syukurlah. Kau membuat keputusan yang benar dalam hidupmu.
Kembali mengenai ulang tahunmu. Sebenarnya, pada ulang tahunmu beberapa tahun yang lalu, aku punya sesuatu yang ingin kuberikan padamu. Tetapi entah mengapa, benda merah kecil itu tak pernah sampai di tanganmu. Benda itu pernah hampir kubuang. Hingga pada akhirnya, benda itu malah benar-benar menghilangkan dirinya sendiri. Dan aku paham, kurasa kita memang bukan sepasang nama yang Tuhan tarik sebagai suatu garis takdir.
Kini kau beranjak ke usiamu yang ke-21. Perjuanganmu belum berakhir di sini. Puluhan anak tangga masih menanti untuk kau pijaki. Menyemangatlah! Akan kusematkan segala doa-doa baik untukmu. Selamat berulang tahun. Terima kasih karena telah lahir ke dunia ini. Terima kasih karena pernah bertemu, berkenalan, dan bersamaku selama hampir bertahun-tahun lamanya. Ucapkanlah terima kasihku kepada ibumu, sebab beliau pernah begitu bersakit-sakit dan berjuang memertaruhkan hidupnya demi membawamu ke dunia, hingga akhirnya bersinggungan takdir denganku dalam sepersekian jatah waktu hidupmu.
Sekali lagi, selamat menginjak umur ke-21. Jangan pernah sakit dan tetaplah baik-baik saja.
Dari Aku, perempuan yang pernah kau nyanyikan banyak lagu melalui telepon hingga terlelap.

0 Komentar