Memory
Remembering
Even after time passes
My memory
Holding it in
Even when tears come
Tengah malam dan kamu sedang begitu licik menyusup ke dalam pikiranku. Tengah malam sedang sibuk menurunkan tetesan-tetesan hujan yang sendu, sementara kau juga demikian sibuk mencari celah menuju isi kepalaku untuk memenuhi sel-sel otakku.
Malam ini, lagi-lagi aku kalah. Berperang dengan kenangan, aku kalah. Bahkan setelah kulakukan segala cara, kau masih hidup di dalam isi kepalaku. Bahkan setelah waktu lama berlalu, kau masih saja membelah diri menjadi sejuta bayangan dalam kepalaku. Lantas aku harus bagaimana? Menangisinya, aku telah lelah. Hingga aku bahkan lebih memilih untuk menahan air mataku. Meski telah berkaca-kaca. Meski sebulir-dua bulir telah hampir jatuh. Aku menahannya, sekuat yang kubisa.
Memory
I’m lost, looking for
The pieces of the memories
Lalu, aku kembali pada kekalahanku. Kekalahan yang jatuh pada titik nol. Kupikir dengan menahan air mata saja akan membuatku menang. Kupikir, sebab menahan tangis aku sudah bisa menjadi kuat melawan kau yang turut serta hadir dengan kepingan-kepingan kenangan itu. Nyatanya, akulah yang paling kalah. Akulah yang menyesatkan hati dan pikiranku sendiri. Akulah yang mengais-ngais kenangan-kenangan itu. Akulah yang membuka semua lembaran-lembaran album kenangan itu. Dan bagian terakhir yang membuatku sadar seutuhnya adalah bahwa nyatanya akulah yang memenjarakanmu dalam kepalaku. Akulah pelaku yang membelah bayanganmu menjadi seribu dalam isi kepalaku.
It’s suddenly
In case you suddenly come to me
I’m prepared
With the small hope
Of seeing you some day
I wait
Pada seribu bayanganmu di kepalaku, aku mengunjunginya berkali-kali hingga menjadi kebiasaan. Tak apa, jika hanya bayanganmu. Sebab, bisa saja suatu waktu kita akan bertemu pada waktu dan tempat yang tidak kita duga. Aku telah bersiap-siap. Menunggu datangmu lagi. Datangmu yang 'tanpa tetapi untuk kita'. Beserta sebuah harapan kecil aku menunggu.
If you can hear my voice
Slowly come to me
Jika kau mendengar suaraku memanggilmu, datanglah lagi. Tanpa perlu terburu-buru, datanglah ke tempatku berpijak. Aku akan menunggumu. Sekali lagi, pelan-pelan saja. Kau tahu, aku paling tabah perihal menunggu.
*Bold & Italic: Lirik lagu terjemahan bahasa Inggris Ben - Memory (OST Introverted Boss).

0 Komentar