Selamat Ulang Tahun, Mars

Selamat ulang tahun, Mars!
Selamat melangkah dalam hidupmu yang ke-21 tahun. Kau bertambah tua, Mars. Namun semoga saja masih tetap manis. Ah, tiba-tiba aku merinduimu. Ah, tidak tidak! Aku hanya tak tahu harus berkata apa. Percayalah!

Selamat 21 tahun, Mars.
Aku sengaja melewatkan tengah malam menulis ini untukmu. Tapi tolong jangan salah paham, Mars. Bukan karena ingin kita kembali lantas aku seperti ini. Ohiya, aku juga ingin meminta maaf karena mengabaikan panggilan-panggilan teleponmu. Sesungguhnya, aku naif. Aku ingin berlari menujumu, tapi kutahan kakiku kuat-kuat. Ah, sudahlah. Lupakan saja tentang itu.

Selamat menginjak anak tanggamu yang ke-21. Aku tidak tahu, akan ada berapa banyak tangga lagi setelah tangga ke-21 itu. Semoga saja masih banyak, ya, Mars! Dulu katamu, selama ini hidupmu cukup rumit, semakin rumit mungkin setelah kehadiranku. Tapi, Mars, ini masih tangga yang ke-21. Anak tangga di hadapanmu mungkin akan lebih tinggi dan interval jaraknya sudah pasti akan semakin membentang lebar, maka teruslah berjuang. Aku tahu kau lelaki kuat dan teguh. Tetap semangat, ya, Mars!

Selamat meniup lilin berangka 2 dan 1 di atas kuemu.
Malam ini, akan kupanjatkan doa di atas sajadahku. Mungkin besok, kau akan ke gereja dan berdoa dengan khusyuk di sana. Di atas sajadahku, akan kurapalkan doa-doa kebahagiaan untukmu, umur yang panjang, serta banyak hal yang biarlah aku sendiri yang tahu bersama Tuhanku. Doaku, dan doamu, aku yakin akan dikabulkan oleh-Nya.

Kepada Mars, yang pernah menjadi bagian penting di hidupku....
Maafkan aku, karena seharusnya ini adalah ucapan ulang tahun pertamaku untukmu. Maaf karena tak bisa mengirimimu langsung. Terima kasih karena sempat menarik garis-garis pelangi itu ketika bersama.

Posting Komentar

0 Komentar