Kepada Tuan Masa Lalu,
Jika tanpa sadar (atau bahkan dengan sadar) aku menuliskan panggilan 'Tuan' dalam tulisan-tulisanku selepas perpisahan kita, maka ketahuilah satu hal ini, Tuan...
Aku bukannya menulis tentangmu, atau masih menjadikanmu objek tulisanku. Aku hanya terbiasa dan telanjur menyukai panggilan 'Tuan' itu.
Jadi, sebelum kau merasa canggung membacanya, atau tak suka, atau mungkin merasa bahwa kau benar-benar objek dan subjek tulisan-tulisan itu di masa depan, tanpa ingin membuatmu terluka, ketahuilah, Tuan. Itu sudah bukan kamu.
Terima kasih karena telah bersedia menjadi subjek 'Tuan' dalam tulisanku yang b-e-r-a-n-t-a-k-a-n selama beberapa tahun ini. Semoga saja tidak membuatmu malu karena menjadi subjek dalam tulisan yang acak-adut. Terima kasih, Tuan Masa Lalu.

0 Komentar